Gedung Museum Maritim Indonesia di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara merepresentasikan perkembangan arsitektur modern Indonesia sekaligus perjalanan transformasi sektor kemaritiman nasional. Artikel ini bertujuan mengkaji sejarah pembangunan, fungsi, serta karakteristik arsitektur gedung yang kini difungsikan sebagai Museum Maritim Indonesia. Kajian dilakukan melalui analisis historis terhadap dokumen, plakat peresmian, mural bangunan, dan pengamatan elemen-elemen arsitektural yang masih bertahan hingga saat ini. Hasil kajian menunjukkan bahwa bangunan yang diperkirakan dibangun pada periode 1920–1940-an ini mengalami renovasi penting pada tahun 1958 dan digunakan sebagai Gedung Direksi Pelabuhan Tanjung Priok.
Dari aspek arsitektur, gedung ini memperlihatkan pengaruh kuat gaya International Style yang ditandai oleh bentuk geometris sederhana, penggunaan beton, kaca, dan baja, komposisi horizontal-vertikal yang tegas, serta prinsip fungsionalisme modern. Keberadaan menara pengawas, deretan jendela modular, dan elemen brise-soleil menunjukkan penerapan konsep modern yang disesuaikan dengan kebutuhan operasional pelabuhan. Gedung Museum Maritim Indonesia dapat dipahami sebagai contoh penting arsitektur Modernisme Tropis di Indonesia yang menggabungkan fungsi, estetika, dan respons terhadap kondisi iklim lokal. Selain memiliki nilai arsitektural, bangunan ini juga menjadi simbol sejarah perkembangan Pelabuhan Tanjung Priok dan transformasi identitas maritim Indonesia.
Kata kunci: Museum Maritim Indonesia, Tanjung Priok, arsitektur modern, International Style, Modernisme Tropis, warisan budaya maritim.