museum

Prof. Uwe S. Brandes Kunjungi Museum Maritim Indonesia untuk Membahas Pengelolaan Kawasan Maritim dan Waterfront Jakarta

24 June 2026

Jakarta, 23 Juni 2026 – Museum Maritim Indonesia menerima kunjungan audiensi dari Prof. Uwe S. Brandes bersama mahasiswa Georgetown University dalam rangka kegiatan akademik “People & Place in North Jakarta: Articulating a New Vision for Jakarta’s Urban Waterfront”. Kunjungan ini bertujuan untuk membuka ruang diskusi mengenai sejarah dan nilai penting kawasan maritim Jakarta Utara, peran Museum Maritim Indonesia dalam pelestarian warisan budaya maritim, serta peluang pengembangan kawasan waterfront Jakarta di masa mendatang.

Prof. Uwe S. Brandes merupakan profesor bidang praktik, Direktur Program Urban & Regional Planning serta Direktur Georgetown Global Cities Initiative di Georgetown University. Beliau memiliki keahlian dalam bidang perencanaan kota, pengembangan kawasan perkotaan, serta kebijakan kota global. Dalam kunjungannya, Prof. Uwe berdiskusi mengenai perkembangan kawasan pelabuhan, khususnya evolusi Pelabuhan Tanjung Priok dan keterhubungan antar pelabuhan di Indonesia.

Dalam sesi diskusi, Prof. Uwe bersama mahasiswa Georgetown University juga membahas berbagai tantangan pengelolaan museum yang berada di tengah kawasan pelabuhan aktif, seperti aspek keselamatan pengunjung, keterjangkauan lokasi, serta upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap keberadaan museum. Humas Pelindo Regional 2 Cabang Tanjung Priok dan Kepala Museum Maritim Indonesia turut menjelaskan berbagai upaya museum dalam menghadirkan pengalaman edukasi maritim yang berbeda, termasuk pengembangan program kunjungan bagi masyarakat dan pelajar. Diskusi juga membahas aktivitas pelabuhan serta potensi pengelolaan kawasan maritim sebagai bagian dari identitas dan perkembangan kota.

Kegiatan ditutup dengan kunjungan langsung Prof. Uwe S. Brandes bersama mahasiswa Georgetown University ke ruang pamer Museum Maritim Indonesia yang didampingi oleh Kepala Museum Maritim Indonesia. Melalui kegiatan ini, diharapkan terjalin pertukaran pengetahuan mengenai pengelolaan kawasan maritim, pelestarian warisan budaya, serta pengembangan ruang publik dan waterfront yang dapat menghubungkan nilai sejarah dengan kebutuhan kota modern.


Berita Lainnya