museum

Museum Maritim Indonesia Bersama Mahasiswa Arkeologi Universitas Indonesia Terlibat Dalam Program Industrial Visit Bertema “Managing Heritage in Active Ports”

22 June 2026

Jakarta, 24 April 2026 – Museum Maritim Indonesia bersama mahasiswa Program Studi Arkeologi Universitas Indonesia menyelenggarakan program Industrial Visit bertajuk “Managing Heritage in Active Ports” pada Sabtu (24/4). Kegiatan yang diikuti oleh 65 mahasiswa ini dirancang sebagai ruang pembelajaran interaktif untuk memperdalam pemahaman mengenai pengelolaan warisan budaya maritim di tengah dinamika operasional pelabuhan modern.

Program ini berangkat dari kebutuhan untuk menjembatani perspektif akademik dan praktik lapangan dalam pengelolaan warisan budaya, khususnya pada kawasan pelabuhan aktif yang memiliki nilai historis sekaligus peran strategis dalam sistem logistik nasional. Melalui kegiatan ini, peserta diajak memahami berbagai tantangan yang muncul dalam upaya menjaga keberlanjutan warisan budaya tanpa menghambat kebutuhan pengembangan infrastruktur dan aktivitas ekonomi.

Rangkaian kegiatan diawali dengan registrasi peserta, dilanjutkan dengan sesi pengantar mengenai hubungan antara warisan budaya dan kawasan pelabuhan. Sebelum memasuki materi utama, peserta mengikuti pre-test untuk mengukur tingkat pemahaman awal terkait isu cagar budaya dan pelabuhan.

Materi pertama bertajuk “Maritime Heritage Fundamentals” disampaikan oleh Yoki Rendra Priyantoko. Pada sesi ini peserta memperoleh pemahaman mengenai konsep dasar warisan budaya maritim, klasifikasi warisan budaya benda dan takbenda, nilai-nilai yang terkandung dalam heritage, serta berbagai praktik pengelolaan pelabuhan bersejarah di tingkat global.

Pemaparan mengenai Maritime Heritage Fundamentals

Materi kedua bertajuk “Active Ports Dynamic” disampaikan oleh Bahana Wiradanti. Materi ini membahas mekanisme operasional pelabuhan modern, perkembangan teknologi maritim, kebutuhan utama pelabuhan dalam menjaga efisiensi logistik, serta berbagai tantangan kontemporer yang muncul akibat kebutuhan ekspansi dan modernisasi infrastruktur pelabuhan.

Pemaparan mengenai Active Ports Dynamic

Selanjutnya, mahasiswa mengikuti sesi eksplorasi ruang pamer Museum Maritim Indonesia dengan fokus pada artefak dan koleksi yang berkaitan dengan sejarah pelabuhan. Dalam sesi ini, peserta melakukan observasi langsung terhadap koleksi museum dan mengisi modul pembelajaran yang memuat identifikasi jenis warisan budaya, nilai penting artefak, serta potensi pemanfaatannya sebagai sumber edukasi dan pelestarian.

Eksplorasi ruang pamer Museum Maritim Indonesia

Sebagai bagian dari metode pembelajaran partisipatif, peserta kemudian mengikuti sesi Conflict and Trade-Off Analysis yang dikemas dalam bentuk diskusi, roleplay, dan debat. Mahasiswa dibagi ke dalam dua kelompok dengan perspektif yang berbeda. Tim Ekspansi Pelabuhan menyusun argumentasi berdasarkan efisiensi logistik, dampak ekonomi nasional, dan persaingan global, sementara Tim Pelestarian Heritage mengembangkan argumentasi berdasarkan nilai historis, keberlanjutan budaya, dan potensi ekonomi jangka panjang melalui sektor pariwisata. Melalui simulasi ini, peserta diajak memahami kompleksitas pengambilan keputusan dalam pengelolaan kawasan pelabuhan bersejarah.

Sesi diskusi, roleplay, dan debat

Kegiatan ditutup dengan sesi evaluasi dan post-test untuk mengukur peningkatan pemahaman peserta terhadap materi yang telah disampaikan. Hasil pelaksanaan program menunjukkan bahwa peserta memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif mengenai konsep pengelolaan warisan budaya maritim, tantangan pelestarian di kawasan pelabuhan aktif, serta pentingnya pendekatan kolaboratif dalam menyeimbangkan kepentingan konservasi dan pembangunan. Selain itu, kegiatan ini turut mengembangkan kemampuan observasi, analisis kritis, komunikasi, dan argumentasi mahasiswa dalam menghadapi isu-isu pengelolaan heritage yang kompleks.

Berdasarkan hasil evaluasi peserta, program ini dinilai memberikan pengalaman belajar yang menarik dan relevan dengan bidang studi arkeologi. Mahasiswa mengapresiasi pendekatan pembelajaran yang menggabungkan pemaparan materi, observasi koleksi museum, serta diskusi interaktif. Peserta juga mengusulkan penambahan durasi kegiatan, perluasan aktivitas lapangan yang lebih imersif seperti kunjungan langsung ke area pelabuhan, serta pengembangan program serupa untuk menjangkau kalangan pelajar tingkat sekolah menengah guna meningkatkan minat terhadap bidang arkeologi dan warisan budaya maritim.

Melalui program Managing Heritage in Active Ports, Museum Maritim Indonesia dan Program Studi Arkeologi Universitas Indonesia berharap dapat terus mendorong terciptanya ruang belajar kolaboratif yang menghubungkan pengetahuan akademik dengan praktik pengelolaan warisan budaya di lapangan. Kegiatan ini menjadi langkah nyata dalam membangun pemahaman generasi muda mengenai pentingnya pelestarian warisan budaya maritim sebagai bagian dari identitas bangsa sekaligus aset strategis bagi pembangunan berkelanjutan.


Berita Lainnya